AKSELERASI PERMASYARAKATAN TEKNOLOGI PRODUKSI KAKAO MENDUKUNG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KOMODITAS EKSPOR DI SULAWESI BARAT

Community Acceleration of Cocoa Production Technology Supports Increasing Productivity of Export Commodities In West Sulawesi

  • ketut Indrayana Kementrian Pertanian
  • Hesti Rahasia Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Barat
Keywords: Kakao, Inovasi teknologi, Diseminasi, Produkstivitas

Abstract

Sulawesi Barat merupakan salah satu daerah penghasil kakao tertinggi diindonesia. Biji kakao merupakan salah satu komoditas ekspor andalan hasil pertanian yang besar dan salah satu komoditas penyumbang tersbesar terhadap Pendapatan Asli Daerah  (PAD) Provinsi Sulawesi Barat.Luas pertanaman kakao di Sulawesi Barat pada tahun 2017 mencapai 145.787 Ha Luas Tanaman Kakao Yang menghasilkan 92.413 Ha, dengan  produksi 73.297 ton, Produktivitas baru mencapai 0,79 ton/ha (Dirjen Perkebunan). Potensi lahan untuk pengembangan kakao di Sulawesi Barat masih sangat terbuka. Potensi pengembagan tersebut didukung oleh potensi lahan yang cukup sesuai untuk kakao seluas 467.627 ha. Hasil kegiatan ini yaitu Pola/model Diseminasi Multi Channel (DMC) dapat meningkatkan adopsi inovasi teknologi budidaya dan pasca panen kakao dari 19,44 persen menjadi 45,56 persen di Kecamatan Kalukku dan dari 30,00 % menjadi 73,89% di Kecamatan Papalang. Peningkatan adopsi inovasi teknologi budidaya dan pasca panen kakao mengakibatkan terjadinya peningkatan produktivitas kakao dari 450,71 kg/ha/th menjadi 720,50 kg/ha/tahun di Kecamatan Kalukku dan dari 570,30 kg/ha/tahun menjadi 1.239,71 kg/ha/ tahun di Kecamatan Papalang setelah dilakukan Kegiatan.Selain itu juga terjadi peningkatan mutu biji kakao yang dihasilkan petani pada ke dua lokasi sehingga sesuai dengan SNI

Published
2021-05-24