STRATEGI PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DI KABUPATEN PANGKEP

Empowerment Strategy of Farmer Groups In Pangkep District

  • Hartina Beddu Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
  • Mufidah Muis Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
  • Idris Idris Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
  • Arief Sirajuddin Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
  • Hayun Mohamad Abdul Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan
  • Adhitya Adhitya Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Keywords: Kelompok Tani, Strategi Pemberdayaan, Analisis SWOT

Abstract

Kegiatan kajian ini dilaksanakan di Kelurahan Tumampua  Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep pada bulan Maret sampai April 2020 sedangkan kegiatan penyuluhan dilaksanakan  di Kelurahan Tumampua  Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep pada tanggal 21 April 2020. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemberdayaan Kelompok Tani Benteng Utara II di Kelurahan Tumampua Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep dan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani tentang Strategi Pemberdayaan Kelompok Tani. Pengumpulan data kajian dilakukan dengan analisis SWOT, sedangkan data penyuluhan diperoleh dari pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara dengan petani secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Penentuan sampel dengan metode purposive sampling dengan jumlah responden 25 orang. Metode kajian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, di kelompok Tani Benteng Utara II di Kelurahan Tumampua Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep. Hasil yang didapatkan berdasarkan hasil kuadran SWOT Pemberdayaan Kelompok Tani Benteng Utara II menunjukkan nilai x<0 yaitu 0,86 dan y>1,19. Hal ini berarti posisi strategi pemberdayaan kelompok tani Benteng utara II berada pada kuadran 1 dengan mendukung strategi growth, artinya dinas pertanian pangkep memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Perubahan pengetahuan responden meningkat dari 36,4% menjadi 78,6%, perubahan sikap dari 51,2%  menjadi 83,4%, dan Keterampilan dari 43%, menjadi 79%, sehingga efektifitas penyuluhan mencapai 65,08%, berada pada tingkat cukup efektif.

Published
2021-05-24