PERILAKU MANUSIA DALAM KERAMAHAN AGROEKOSISTEM (Studi Kasus pada Petani Padi Sawah di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros)

The Human Behaviour in Agroecosystem Hospitality (A Case Study on Rice Farmers in Bantimurung Subdistrict, Maros Regency)

Authors

  • Idris Idris
  • P. Tandi Balla Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
  • Munawir Badaruddin
  • Suhaeba Suhaeba
  • Muh. Husain Penyuluh Desa Minasa Baji

DOI:

https://doi.org/10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v19i1.262

Keywords:

Agroekosistem, Ekologi Manusia, IP Padi 300

Abstract

Guna menggerakkan pembangunan sektor pertanian khususnya subsektor tanaman pangan dapat dilakukan melalui Program Indeks Pertanaman 300 (IP 300). Program padi IP 300 ini merupakan upaya mendorong produktivitas, produksi, dan kesejahteraan petani dengan bertani yang maju, mandiri dan modern yang mengoptimalkan potensi sumber daya alam (SDA). Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mengetahui masalah yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas padi melalui Program IP 300, 2) menganalisis hubungan pendapatan petani dengan nilai indeks pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas padi melalui Program IP 300 memperoleh keuntungan berupa, a) ketersediaan lahan persawahan, b) lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai persawahan yang ditanami dengan menggunakan IP300, c) air irigasi yang tersedia untuk mengairi lahan persawahan, d) produksi padi berkisar antara 6 – 7 ton per ha, dan e) perolehan biaya hidup dari hasil panen tanaman padi yang dapat digunakan untuk mempertahankan hidup. Analisis hubungan pendapatan petani dengan nilai indeks pertanaman IP padi 300 digambarkan secara deskriptif sementara kelayakan finansial usahatani dilihat dari nilai pendapatan petani (R/C), untuk luasan lahan petanaman 1 ha biayanya ± Rp 6.000.000,- dengan luas lahan persawahan berkisar antara 1,1-1,5 yang terdiri dari pajak lahan, penggunaan pupuk, pestisida, biaya pengangkutan, biaya pengolahan lahan (traktor), biaya tenaga kerja mulai dari penanaman hingga pemanenan dengan produksi yang mencapai 6 ton per ha. Nilai R/C ratio berkisar antara 1,1-4.1 yang berarti layak diusahakan karena memberi keuntungan. Pendapatan petani yakni berkisar Rp 615.000 – Rp 35.300.000 dengan luas lahan berkisar 0.1 – 1.5 ha.

Downloads

Published

2023-06-30