KAJIAN POLA TANAM GANDA BERBASIS JAGUNG PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI KABUPATEN GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN

Study of Multiple Planting Patterns of Corn on Rainfed Fields in Gowa Regency, South Sulawesi

  • Amir Amir Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan Sulawesi Selatan
  • Sarintang Sarintang Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan
  • Amiruddin Syam Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan
  • Syahruddin Syahruddin Universitas Tadulako dan Universitad Sulawesi Barat
  • Kawati Kawati Universitas Tadulako dan Universitad Sulawesi Barat
Keywords: Strip croping, monokultur, sawah tadah hujan

Abstract

Sulawesi Selatan memiliki lahan sawah tadah hujan seluas 228.605 ha sebagai potensi pengembangan jagung. Peningkatan produksi jagung pada lahan sawah tadah hujan dapat dilakukan melalui pola strip cropping dan pola monokultur. Strip cropping ialah menanam dua atau lebih  jenis tanaman secara serentak pada lahan yang sama dalam luasan petak yang sama atau hampir sama antara tanaman utama dengan tanaman kedua dalam waktu satu tahun.  Pola tanam ganda yang dikaji adalah jagung strip cropping kacang tanah, jagung strip cropping kacang hijau, jagung strip cropping kedele dan jagung strip cropping ubi jalar. Kelayakan penerapan sistem tanam strip cropping dapat dilihat dari nilai Nisbah Kesetaraan Lahan (NKL) lebih dari 1 (satu) berarti menguntungkan. Jagung strip cropping kacang tanah memiliki nilai NKL tertinggi yaitu 1,38 dan jagung strip croping kacang hijau memiliki NKL terendah yaitu 0,75. Tujuan pengkajian untuk melihat pengaruh pola tanam ganda berbasis jagung terhadap produksi jagung strip cropping dan jagung monokultur, serta nilai Nisbah Kesetaraan Lahan  pola monokultur dan pola strip cropping.

Published
2021-12-24