Performa Reproduksi Sapi Peranakan Limousin Betina Pada Paritas Berbeda Di Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone

Reproductive performance of Limousin crossbred cows at different parities in Awangpone District, Bone Regency.

Authors

DOI:

https://doi.org/10.52625/j-agr.v19i2.286

Keywords:

Performa Reproduksi, Sapi Peranakan Limousin, Paritas, inseminasi buatan

Abstract

Penurunan rataan produksi daging pada tahun 2021 adalah 70,37 juta ton dan 70,6 juta ton dari tahun 2018 hingga 2020. Hal ini juga tercermin dari data konsumsi yang turun sebesar 230.000 ton. Konsumsi rataan dari tahun 2018 hingga 2020 adalah 70,3 juta ton dan 70,1 juta ton pada tahun 2021. Upaya pemerintah dalam meningkatkan populasi sapi dan penyediaan daging secara nasional telah dilakukan secara terus menerus, salah satunya melalui pelaksanaan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) yang dimulai sejak 2017 melaluiĀ  program Inseminasi Buatan (IB). Faktor yang mempengaruhi program Inseminasi Buatan keterampilan petugas inseminator. Petugas inseminator yang berpengalaman menginseminasi cukup lama, memiliki sertifikat inseminasi dan surat izin melakukan Inseminasi Buatan (SIMI) dan handling semen. Hasil penelitian menujukkan bahwa Paritas 1, Paritas 2 dan Paritas 3 masing masing: Nilai EPP 101,00 hari; 85,00 hari dan 78,87 hari. Untuk nilai (S/C) 1,60; 1,56 dan 1,46. Untuk nilai CR 43,33%; 60,00% dan 60,00%. Untuk nilai DO 129,40 hari, 106,63 hari dan 100,47 hari. Nilai CI 405,07 hari, 386,40 hari dan 376,73 hari. Pada penelitian ini menujukkan peranakan Limousin normal. Kesimpulan bahwa performa reproduksi sapi peranakan Limousin berbeda setiap paritas dan performa terbaik pada Paritas 3.

Downloads

Published

2024-01-23