https://ejournal.polbangtan-gowa.ac.id/index.php/J-Agr/issue/feed Jurnal Agrisistem 2023-01-11T20:47:41+08:00 Open Journal Systems <div style="’text-align: justify;">Jurnal Agrisistem merupakan jurnal yang memuat publikasi hasil-hasil penelitian di bidang pertanian secara makro dan peternakan secara mikro. Bidang pertanian meliputi Agronomi, Agroteknologi, Ilmu Tanah, Hortikultura, Hama dan Penyakit, Perkebunan, dan Teknologi Hasil Pertanian. Bidang Peternakan meliputi Budidaya Ternak, Nutrisi Ternak, Bioteknologi Peternakan dan Teknologi Hasil Peternakan. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa</div> <p><a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1180426417&amp;1&amp;&amp;"><span class="fontstyle2">p-ISSN 1858-4330</span></a></p> <p><a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20210421361204713" target="_blank" rel="noopener"><span class="fontstyle2">e-ISSN 2776-4362</span></a></p> <p>&nbsp;</p> https://ejournal.polbangtan-gowa.ac.id/index.php/J-Agr/article/view/233 Efektivitas Zat Pengatur Tumbuh Alami dari Ekstrak Bonggol Pisang dan Bawang Merah terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) 2022-11-01T10:02:46+08:00 Rachmat Rachmat sumarmanrachmat@gmail.com Syaifuddin Syaifuddin syaifuddinanwar.gowa@gmail.com Pratiwi Hamzah pratiwi.hamzah.92@gmail.com Novita Kanan sumarmanrachmat@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh (ZPT) alami dari ekstrak bonggol pisang dan bawang merah terhadap pertumbuhan tanaman tomat (<em>Solanum lycopersicum</em> L.) dengan perlakuan dan dosis terbaik dan mengetahui perubahan tingkat pengetahuan, sikap, keterampilan petani terhadap zat pengatur tumbuh dari ekstrak bonggol pisang dan bawang merah. Dilaksanakan pada April sampai Juni 2022 di Desa Jonjo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan dan penyuluhan dilaksanakan di Kelompok Tani Parangbo’la I Desa Jonjo Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Uji BNT, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan masing-masing perlakuan tiap ulangan terdapat 3 sampel tanaman. Dengan perlakuan P0 (tanpa ZPT bonggol pisang dan bawang merah), P1 (ZPT bonggol pisang 50 ml/L air), P2 (ZPT bawang merah 50 ml/L air), dan P3 (ZPT bonggol pisang 25 ml + bawang merah 25 ml/L air). Hasil menunjukkan bahwa perlakuan P2 memberikan pengaruh terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah bunga dan secara umum terjadi pada pengetahuan, sikap, dan keterampilan.</p> 2023-01-09T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2023 Jurnal Agrisistem https://ejournal.polbangtan-gowa.ac.id/index.php/J-Agr/article/view/235 Aplikasi Pemberian Ethepon terhadap Produksi Lateks Tanaman Karet Di IP2TP Unit Tatas Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah 2022-10-24T07:45:09+08:00 Cahyo Prasetyo cahyoprasetyo1212@gmail.com Steven Witman cahyoprasetyo1212@gmail.com Nur Fadhilah cahyoprasetyo1212@gmail.com Nikodemus Gultom cahyoprasetyo1212@gmail.com <p>Proses penyadapan merupakan cara mengambil hasil getah tanaman karet dengan cara memotong bagian kulit pada pohon karet sampai batas kambium hingga mengeluarkan lateks (getah karet). Penggunaan stimulan dimaksudkan untuk meningkatkan produksi lateks dan meningkatkan waktu alir lateks pada tanaman karet. Stimulasi lateks umumnya dilakukan pada tanaman karet dewasa dengan tujuan untuk meningkatkan hasil lateks. Kegiatan ini dilaksanakan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Unit Tatas Kabupaten Kapuas. Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah dengan melakukan penyadapan tanaman karet sebanyak 20 batang pohon pada bulan Maret dengan sistem sadap tiga hari sekali (3/d), dan dengan melakukan sadap dengan mengunakan aplikasistimulan ethepon 10 yang dilakukan pada batang pohon yang sama pada bulan April dengan sistem sadap tiga har sekali (3/d), hasil yang didapatkan pada pemanenan lateks bulan maret tanpa aplikasistimulan sebanyak 20 kg, sedangkan hasil yang didapatkan pada panen lateks bulan April dengan aplikasistimulan yang diaplikasikan sebanyak 40 kg.</p> 2023-01-09T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2023 Jurnal Agrisistem https://ejournal.polbangtan-gowa.ac.id/index.php/J-Agr/article/view/236 Hubungan Antara Ukuran Tubuh dengan Bobot Badan Kambing Lokal Di Kecamatan Sendana Kabupaten Majene 2022-11-21T10:13:52+08:00 Siti Nuraliah nuraliah.sofyan@gmail.com Besse Mahbuba We Tenri Gading bessemahbuba@unsulbar.ac.id Muh. Alwi nuraliah.sofyan@gmail.com Irmayanti Irmayanti nuraliah.sofyan@gmail.com Jisril Palayukan nuraliah.sofyan@gmail.com Hikmawaty Hikmawaty nuraliah.sofyan@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetuahui korelasi antara ukuran bagian-bagian tubuh dengan berat badan pada kambing lokal. Metode pada penelitian ini yaitu pengambilan sampel dilakukan dalam bentuk survei yang perpedoman pada pengukuran statistik secara vital serta penimbangan berat badan ternak yang dilakukan secara langsung di Lapangan. Adapun dalam penentuan lokasi penelitian menggunakan metode <em>Purposive sampling </em>yang dalam pengambilan data sebagai obyek didasarkan pada kriteria khusus. Jumlah ternak yang digunakan sebanyak 45 ekor kambing lokal jantan yang terdapat di Kec. Sendana. Data di analisis menggunakan analisis regresi linear sederhana serta menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran tubuh meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Hal ini ditunjukkan pada ternak tersebut terjadi pertumbuhan atau proses bertambahnya ukuran yang dapat dihitung secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan ukuran pada bagian-bagian tubuh ternak dengan berat badan kambing lokal yang lebih tua. Pada umur 12-24 bulan memiliki rataan yang paling tinggi dari pada kelompok umur lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berat badan dan ukuran bagian-bagian tubuh ternak kambing lokal meningkat seiring bertambahnya umur dan masing-masing bagian ukuran tubuh ternak yaitu lingkar dada, panjang badan dan tinggi badan memiliki hubungan dengan berat badan ternak.</p> <p><em> </em></p> 2023-01-09T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2023 Jurnal Agrisistem https://ejournal.polbangtan-gowa.ac.id/index.php/J-Agr/article/view/237 Efektivitas Pupuk Eco Farming dan Air Cucian Beras terhadap Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Sistem Hidroponik Sumbu 2022-11-17T19:24:57+08:00 Ramli Ramli ramlisp8@gmail.com Jati Nurcholis jatinurcholis81@gmail.com Tirta Wati Potabuga ramlisp8@gmail.com <p>Selada merupakan salah satu sayuran daun yang digemari oleh masyarakat. Selada biasanya dikonsumsi dalam bentuk segar sebagai lalapan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Pupuk <em>Eco Farming</em> dan Air Cucian Beras terhadap Produksi Tanaman Selada Sistem Hidroponik Sumbu. Kajian ini dilaksanakan dari April sampai Juni 2022 di Green House kampus I Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Kajian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan masing-masing perlakuan tiap ulangan terdapat 3 sampel tanaman. Perlakuan perlakuan 50 ml AB mix dan perlakuan 12,5 ml <em>eco farming </em>+ 250 ml air cucian beras memberikan hasil terbaik dari semua perlakuan sehingga pupuk <em>eco farming </em>dan air cucian beras efektif untuk produksi selada pada sistem hidroponik sumbu.</p> 2023-01-09T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2023 Jurnal Agrisistem https://ejournal.polbangtan-gowa.ac.id/index.php/J-Agr/article/view/234 Prevalensi Scabies pada Kambing Di Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar 2022-11-01T09:30:23+08:00 Tutik Lusyta Aulyani lusytaaulyani49@gmail.com Andi Luthfi Fatullah lusytaaulyani49@gmail.com Nuraeni Nuraeni lusytaaulyani49@gmail.com Andy Andy lusytaaulyani49@gmail.com <p>Populasi ternak kambing di Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan salah satu yang paling besar di Sulawesi selatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberlangsungan peternakan adalah penyakit, salah satu penyakit yang sering menjangkit ternak kambing adalah scabies. Scabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasite <em>sar</em><em>s</em><em>optes scabiei</em> dengan gejala khas yaitu gatal pada kulit dan akhirnya mengalami kerusakan, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap produktivitas ternak. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui banyaknya prevalensi scabies pada kambing di Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar. Sampel yang diambil dari 100 ekor kambing dan dipilih secara proporsional. Pemeriksaan dilakukan melalui berdasarkan pemeriksaan laboratorium terhadap parasite yang ditemukan pada tubuh kambing. Prevalensi dihitung dengan membagi sampel positif dengan total jumlah sampel yang diperiksa dikalikan 100%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi scabies pada kambing di Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar sebesar 21%.</p> 2023-01-09T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2023 Jurnal Agrisistem https://ejournal.polbangtan-gowa.ac.id/index.php/J-Agr/article/view/246 Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung pada Berbagai Dosis Pemupukan Organik dan Anorganik Di Lahan Sawah Tadah Hujan 2023-01-11T20:47:41+08:00 Maintang maintang80@gmail.com Muh. Amin maintang80@gmail.com Abigael R. Tondok maintang80@gmail.com Mardiana Dewi maintang80@gmail.com <p>Pupuk merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan produksi jagung, tetapi harus diiringi dengan manajemen pemupukan yang tepat agar sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada berbagai dosis pupuk anorganik dan organik di lahan sawah tadah hujan. Pengkajian dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2021 di Desa Pabbentengan, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pengkajian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan dan sembilan perlakuan : P1= Kontrol (tanpa pemupukan); P2 = NPK 200 kg/ha + Urea 300 kg/ha (Rekomendasi PTT Jagung); P3 = NPK 150 kg/ha + Urea 225 kg/ha; P4 = POP 50 g/15 L air + NPK 150 kg/ha +Urea 225 kg /ha ; P5 = POP 100 g/15 L air +NPK 150 kg/ha +Urea 225kg /ha; P6 = POP 150 g/15 L air +NPK 150 kg/ha +Urea 225kg /ha; P7 = POP 200 g/15 L air +NPK 150 kg/ha +Urea 225kg /ha; P8 = POP 100 g/15 L air +NPK 200 kg/ha +Urea 300kg /ha; P9 = POP 100 g/15 L air +NPK 100 kg/ha +Urea 150kg /ha. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kombinasi pupuk organik powder (POP) dan pupuk anorganik 75 % dari rekomendasi (dosis 50 -200 g/15 L air +NPK 150 kg/ha +Urea 225kg/ha menunjukkan pertumbuhan yang baik dengan produksi jagung tertinggi pada dosis 100-150 g/15 L air yaitu 9,2-9,4 t/ha. Produksi tersebut lebih tinggi dari produksi yang dicapai pada pemupukan 75- 100 % rekomendasi dan mengurangi 25 % penggunaan pupuk anorganik. </p> 2023-01-20T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2023 Jurnal Agrisistem